Jumat, 20 April 2012

Pengantar Bisnis


1.      Manfaat analisis jabatan antara lain adalah untuk penarikan karyawan, seleksi dan penempatan.
a.       Jelaskan sumber-sumber penarikan karyawan!
b.      Jelaskan tahap-tahap (procedur) seleksi!
Jawab:
a.       Sumber-sumber tenaga kerja:
·        Dari dalam perusahaan
-        Promosi (kenaikan pangkat)
-        Transfer (perpindahan dari bagian lain)
·        Teman para karyawan dengan anggapan bahwa karyawan sudah mengetahui kualifikasi temannya sehingga calon sesuai dengan yang dibutuhkan.
·        Lembaga penempatan tenaga kerja: KPT (Kantor Penempatan Tenaga Kerja) bertugas menyalurkan tenaga kerja yang belum sempat memperoleh pekerjaan.
·        Lembaga pendidikan:dengan cara:
-        Pemberian bea siswa
-        Langsung dari lembaga pendidikan
·        Mayarakat umum: dengan cara memasang iklan sehingga mengundang para pelamar untuk mengajukan lamaran, cara ini umumnya memakai biaya sangat besar.

b.      Tahap-tahap seleksi tenaga kerja:
·        Penyortiran lamaran.
·        Wawancara pendahuluan (melihat motifasi & latar belakang pelamar).
·        Pyscho-Test (untuk menguji persyaratan-persyaratan yang telah diberikan pada waktu wawancara pendahuluan).
·        Wawancara lanjutan (menggali informasi penting tentang calon).
·        Pengujian
·        Pengujian kesehatan (untuk kondisi fisik calon)
·        Masa orientasi (untuk melihat calon apakah mampu bekerja dengan baik atau tidak).

2.      Pelatihan dan pengembangan karyawan diperlukan oleh perusahaan untuk menutup gap dan kemampuan karyawan dengan tuntutan pekerjaan.
a.       Jelaskan perbedaan pelatihan dan pengembangan!
b.      Berikan contoh metode-metode pelatihan/pengembangan karyawan!
Jawab:
a.       Pengembangan adalah suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada.
pelatihan adalah suatu usaha yang terencana untuk memfasilitasi pembelajaran tentang pekerjaan yang berkaitan dengan pengetahuan, keahlian dan perilaku oleh para karyawan.
b.      Metode-metode pelatihan/pengembangan karyawan:
·        Latihan (training): untuk memperbaiki kemampuan karyawan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Dapat dilakukan didalam dan oleh perusahaan sendiri (on the job training) atau dilua perusahaan dan oleh lembaga lain (off the job training).
·        Pendidikan (education): untuk memperbaiki kemampuan karyawan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan pengertian/penguasaan teori, keterampilan dan pengambilan keputusan. Dilakukan di lembaga pendidikan.

3.      Orang bekerja di perusahaan disamping untuk mengaplikasi keilmuannya juga untuk mendapatkan kompensasi.
a.       Jelaskan teori kompensasi yang telah diajarkan?
b.      Factor apa saja yang dapat mempengaruhi kompensasi disuatu daerah. Jelaskan!
Jawab:
a.       Teori kompensasi atau upah kerja karyawan:
·        Teori pasar upah: yang ditentukan oleh hasil proses perundingan antara karyawan dnegan pihak managenen perusahaan. Jadi upah ditentukan oleh kekuatan suplai dan demand tenaga kerja.
·        Teori standard hidup: upah harus dapat memberikan jaminan kepada karyawan untuk menikmati hidup dengan layak dan perusahaan harus memberikan upah cukup tinggi untuk masuk tunjangan hari tua, pendidikan, hiburan, dan tabungan.
·        Teori kemampuan membayar: upah didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk membayar besar kecil upah dipengaruhi oleh laba yang diperoleh.
b.      Faktor-fakotr yang dapat mempengaruhi upah tenaga kerja:
·        Pasar tenaga kerja: besar atau kecil upah ditentukan atau dipengaruhi suplai dan demand.
·        Tingkat upah yang berlaku di daerah tersebut.
·        Tingkat keahlian yang diperlukan.
·        Situasi laba yang diperlukan.
·        Peraturan pemerintah.

4.      Sepertihalnya manusia produk mempunyai siklus kehidupan (Product life cycle). Jelaskan tahapan-tahapan dalam Product life cycle disertai gambarnya!
Keterangan:
Product Sales = Penjualan
Introduction = Pengenalan
Growth = Pertumbuhan
Maturity = Kedewasaan dan Kejenuhan
Decline = Kemunduran
·        Tahap Perkenalan; barang mulai dipasarkan dalam jumlah besar, akan tetapi volume permintaan belum tinggi, karena barang belum banyak dikenal. Barang yang dijual umumnya barang baru, ongkos yang dikeluarkan tinggi, terutama untuk biaya promosi. Laba yang diperoleh rendah dan bahkan rugi.
·        Tahap  Pertumbuhan: kurve penjualan semakin meningkat, karena permintaan terhadap barang semakin tinggi/masyarakat sudah mengenal barang yang ditawarkan. Usaha promosi tidak seagresif tahap I pesaing sudah memasuki pasar, laba yang diperoleh sudah meningkat.
·        Tahap Kedewasaan: kadang-kadang sulit untuk memisahkan kedua tahap ini, yang jelas pada tahap kedewasaan permintaan masih meningkatdan pada tahap berikutnya permintaan sudah merata, tahap ini laba merata dan cenderung turun dan persaingan sangat ketat, usaha promosi ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.
·        Tahap Kemunduran: pada tahap ini penjualan semakin menurun, dan labanya juga menurun atau bahkan merugi. Pasar yang dikuasai semakin sempit, karena pesaing-pesaing semakin besar. Pada saat ini seharusnya perusahaan sudah memasarkan barang baru untuk menggantikan barang lama.

5.      Berikan penjelasan singkat hal-hal berikut ini!
a.       Pengertian Harga
b.      Mark-Up Princing
c.       Promosi Penjualan
d.      Publisitas
Jawab:
a.       Pengertian Harga
               Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang serta pelayanannya. Penentuan harga merupakan salah satu keputusan yang penting bagi manajemen.
b.      Mark-Up Princing
               Merupakan penetapan harga yang ditentukan dengan jalan menambahkan persentase (markup) tertentu dari biaya pada semua item dalam suatu kelas produk. Persentase markup besarnya bervariasi tergantung pada jenis produk yang dijual.
c.       Promosi Penjualan
               Promosi merupakan alat komunikasi peusahaan dengan pasarnya. Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi pada tindakan yang diciptakan berupa pertukaran dalam pemasaran. Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
d.      Publisitas
               Publisitas merupakan alat promosi yang memberikan informasi mengenai perusahaan atau produk untuk disampaikan oleh media massa secara umum.

6.      Dalam menjalankan aktivitasnya, perusahaan perlu mendapatkan dukungan dana agar bisa mencapai tujuannya.
a.       Berikan contoh sumber dana dari dalam dan dari luar perusahaan!
b.      Jelaskan 5C sebagai persyaratan penarikan pinjaman dari bank!
Jawab:
a.       Modal dari dalam (modal sendiri) yaitu modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak tertentu lamanya.
Contoh:
·        Penggunaan laba perusahaan
·        Penggunaan cadangan
·        Penggunaan laba ditahan
Modal dari luar (modal asing) yaitu modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara dan bagi perusahaan modal yang bersangkutan merupakan hutang yang harus dibayar kembali.
Contoh:
·        Dana dari pemilik (peserta)
·        Dana dari hutang (jangka pendek dan jangka panjang)
b.      5C sebagai persyaratan penarikan pinjaman dari bank:
·        Character adalah data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat-sifat pribadi, kebiasaan-kebiasaannya, cara hidup, keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya. Character ini untuk mengetahui apakah nantinya calon nasabah ini jujur berusaha untuk memenuhi kewajibannya dengan kata lain ini merupakan willingness to pay.
·        Capacity merupakan kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya yang dapat dilihat dari pendidikannya, pengalaman mengelola usaha (business record) nya, sejarah perusahaan yang pernah dikelola (pernah mengalami masa sulit apa tidak, bagaimana mengatasi kesulitan). Capacity ini merupakan ukuran dari ability to play atau kemampuan dalam membayar.
·        Capital adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. Hal ini bisa dilihat dari neraca, laporan rugi-laba, struktur permodalan, ratio-ratio keuntungan yang diperoleh seperti return on equity, return on investment. Dari kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon pelanggan diberi pembiayaan, dan beberapa besar plafon pembiayaan yang layak diberikan.
·        Collateral adalah jaminan yang mungkin bisa disita apabila ternyata calon pelanggan benar-benar tidak bisa memenuhi kewajibannya. Collateral ini diperhitungkan paling akhir, artinya bilamana masih ada suatu kesangsian dalam pertimbangan-pertimbangan yang lain, maka bisa menilai harta yang mungkin bisa dijadikan jaminan.
·        Condition, pembiayaan yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Ada suatu usaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlu mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon pelanggan.



1.      Pengertian pemasaran menurut William J Stanton
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

2.      Cara Pendekatan Pemasaran
a.       Functional Approach (pendekatan serba fungsi)
Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah :
·        Penjualan
·        Pembelian
·        Pengangkutan
·        Penyimpanan
·        Pembelanjaan
·        Penanggungan risiko
·        Standardisasi dan grading
·        Pengumpulan informasi pasar.
b.      Institutional Approach (pendekatan serba lembaga)
Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga tersebut adalah :
·        Penyedia bahan/supplier yang menyediakan bahan kepada produsen
·        Produseb yang mengolah bahan menjadi barang jadi
·        Perantara agen, seperti : agen penunjang (perusahaan angkutan, perusahaan penyimpanan) dan agen pelengkap (biro periklanan, lembaga keuangan)
·        Perusahaan saingan
·        Pembeli akhir

c.       Commodity Approach (pendekatan barang)
Pendekatan serba barang atau disebut juga pendekatan organisasi industri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.
d.      Managerial Approach (pendekatan managemen)
Pendekatan ini mempelajari dan menekankan masalah-masalah pemasaran yang dihadapi oleh produsen sebagai kekurangan dari aspek lain tentang sistem pemasaran.
e.       Total system Approach (pendekatan sistem)
Pendekatan serba sistem atau pendekatan sistem total ini mencakup elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran, termasuk keempat pendekatan di atas.

3.      Konsep Pemasaran
“Mengetahui keinginan pembeli dan kemudian memuaskan keinginan tersebut dengan mendapatkan laba”.

4.      Pengertian pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, mempunyai uang untuk berbelanja dan mempunyai kemampuan untuk membelanjakan.
·        Pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsi, bukan unutk dijual atau diproses lebih lanjut.
·        Pasar Industri adalah pasar yang terdiri atas individu-individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang-barang untuk dipakai lagi atau untuk diproses lebih lanjut.
·        Pasar penjualan adalah pasar yang terdiri dari individu-individu dan organisasi yang membeli barang-barang maksudnya untuk dijual lagi atau disewakan untuk mendapatkan laba.
·        Pasar pemerintah adalah pasar yang terdapat lembaga-lembaga pemerintah selaku pembeli, seperti: departemen-departemen, direktorat, kantor dinas, instalasi.

5.      Dalam pasar konsumen terdapat Barang Konsumen yaitu:
a.       Barang konvenien adalah barang yang mudah dipakai, dapat dibeli disemua tempat pada setiap waktu (ex. gula, sabun, rokok, sikat gigi).
b.      Barang took (shopping goods) adalah dalam pembelian barang ini konsumen cenderung mempertimbangkan kualitas, harga, merk, dsb. Harga barang ini reltif mahal dibandingkan barang konvenien (ex. TV, computer, kulkas)
c.       Barang Spesial adalah barang spesifik, punya cirri tersendiri dan hanya dapat dibeli ditempat tertentu, harga relative mahal dan frekuensi pembelian rendah (ex. Perhiasan barang antik).
Dalam pasar industry terdapat barang yang digolongkan menjadi 5 yaitu:
a.       Bahan baku merupakan bahanutama yang membuat produk lain (kapas – untuk tekstil).
b.      Komponen barang setengah jadi merupakan untuk melengkapi produk akhir (suku cadang untuk mobil/motor).
c.       Perlengkapan operasi adalah barang-barang yang dapat membantu kelancaran proses produksi atau kegiatan perusahaan lain.
d.      Instalasi adalah alat produksi utama bagi perusahaan yang dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama seperti mesin tenun pada perusahaan tekstil.
e.       Alat bantu lainnya merupakan alat-alat yang digunakan untuk menunjang jalannya proses produksi perusahaan (teraktor, gerobak, molen).

6.      Marketing Mix adalah kombinasi dari keempat kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yakni produk, harga, distribusi, kegiatan promosi.



Rabu, 18 April 2012

Kamulah Sabit

Sabit kau hanyalah separuh bulan yang tak sempurna
Segaris cahaya yang hanya kau pancarkan
Kerapuhanmu yang mungkin mereka cela

Lalu apa yang bisa kulakukan
Melihat senyummu adalah kebahagiaanku
q ingin kau menyadari semua itu

Hanya lah orang yang tak kenal
yang hanya melihatmu dari sebelah mata
tanpa melihat kesempurnaanmu

Q hanya ingin menyertaimu
Qamulah sabittt...
Bagian dari kesempurnaan malam
yang selalu dirindukan oleh semua orang

Kau selalu hadir disaat awal..
yang berarti kamulah yang utama
bahkan  kaupun hadir seagai penutup bulan
yang menunjukkan dunia ini tak lengkap tanpamu

Qm jangan pernah menyerah
Q pun sayank padamu
Q ingin menghapus air matamu
Q ingin menemani kegundahanmu...
tenanglah aku ada untukmu

Siklus Manajemen Penggajian (SDM) pada SIA (Sistem Informasi Akuntansi)

Siklus Manajemen SDM (Penggajian)

Siklus Manajemen SDM (Penggajian)
Siklus manajemen SDM / Penggajian adalah rangkaian aktivitas bisnis berulang dan Operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan cara yang efektif dalam mengelola pegawai.
Tugas - tugas siklus penggajian :
1. Merekrut & mempekerjakan karyawan
2. Melatih 
3. Memberikan tugas pekerjaan 
4. Memberikan kompensasi  ( Penggajian )
5. Mengevaluasi kinerja 
6. Memberhentikan pegawai secara sukarela / dipecat 

Tujuan utama dalam sistem informasi akuntansi adalah menghasilkan output berupa informasi keuangan begitu pula dengan SIA pada siklus penggajian juga menghasilkan output yang berupa Cek. Cek gaji dikirim untuk mentranfer dana dari rekening reguler perusahaan ke rekening penggajian. Penggajian adalah salah satu aplikasi SIA yang terus diproses dalam bentuk batch karena 2 hal yaitu cek gaji dibuat secara periodik dan sebagian besar pegawai dibayar pada waktu yang bersamaan.
Aktivitas - aktivitas yang dilakukan pada sistem penggajian adalah :
1. Perbarui file induk penggajian
            Langkah ini digunakan untuk mencerminkan berbagai jenis perubahan penggajian yang meliputi :
    # perekrutan 
    # pemberhentian 
    # Perubahan tingkat gaji 
    # Perubahan dalam pengurangan diskresi 
Semua perubahan penggajian dimasukkan tepat  pada waktunya dan ditampilkan dalam periode pembayaran berikutnya , namun catatan tentang pegawai  yang telah berhenti atau dipecat jangan langsung dihapus karena beberapah laporan akhir tahun (termasuk formulir w-2) membutuhkan data mengenai semua pegawai yang pernah bekerja untuk organisasi tersebut sepanjang tahun  terkait.  
2. Perbarui tarif & pemotongan pajak 
Perubahan tersebut terjadi ketika bagian penggajian menerima pembaruan mengenai perubahan dalam tarif pajak dan potongan gaji lainnya dari berbagai unit pemerintah dan perusahaan asuransi.
3. Validasi data waktu dan kehadiran 
Penerapan insentif dan bonus membutuhkan adanya hubungan antara sistem penggajian dengan sistem informasi penjualan dan siklus lainnya guna mengumpulkan data yang akan digunakan untuk menggunakan teknologi informasi. Program penggajian tersebut akan melakukan pemeriksaan edit untuk memverifikasi akurasi dan kewajaran data pada saat dimasukkan .
4. mempersiapkan penggajian 
File data yang telah di urutkan kemudian digunakan untuk membuat cek gaji pegawai selanjutnya semua potongan penggajian akan dijumlah dan totalnya di kurangkan dari gaji kotor untuk mendapatkan gaji bersih . Terakir yaitu daftar penggajian dan cek gaji pegawai dicetak 
   * Daftar penggajian yaitu laporan yang mendaftar gaji kotor setiap pegawai, potongan gaji & gaji bersih dalam format multi kolom dan disertai daftar potongan terpisah yang mendaftar berbagai potongan  sukarela untuk setiap pegawai. 
5. membayar gaji
Sebagian besar pegawai dibayar dengan menggunakan cek atau dengan penyimpanan langsung gaji bersih ke rekening bank pribadi mereka.
6. Hitung kompensasi dan pajak yang dibayar perusahaan.
Perusahaan membayar beberapa pajak penghasilan dan koempensasi pegawai. banyak perusahan juga menawarkan para pegawai mereka rencana kompensasi fleksibel, yang memungkinkan setiap pegawai. Menerima jaminan minimum asuransi pengobatan dan konstribusi pensiun, ditambah dengan kredit kompensasi tambahan yang dapat digunakan untuk mendapatkan waktu libur ekstra atau asuransi kesehatan tambahan.
7. Keluarkan Pajak Penghasilan dan potongan lain - lain 
            aktivitas terakhir dalam proses penggajian adalah membayar kewajiban pajak penghasilan dan potongan sukarela lainnya dari setiap pegawai.

Biro jasa penggajian dan PEO (Profetional Employer Organization) sangat menarik untuk bisnis kecil hingga menengah karena alasan - alasan berikut ini :
* Menurunkan Biaya
Biro jasa penggajian dan PEO mendapatkan keuntungan dari ekonomic of scale yang berkaitan dengan membuat cek gaji untuk sejumlah besar perusahaan.
* Kompensasi yang lebih Luas 
   PEO mengumpulkan biaya untuk mengadministrasikan kompensasi bagi semua klien mereka.
* Membebaskan Sumber Daya Komputer
   Biro jasa penggajian atau PEO meniadakan satu atau lebiah Aplikasi SIA (Penggajian dan 
   manajemen kompensasi).


Tujuan pengendalian, Ancaman dan Prosedur
    Selain tugas - tugasnya, Siklus manajemen SDM / Penggajian juga memiliki fungsi utama yaitu pengendalian yang memadai agar dapat memastikan terpenuhinya tujuan - tujuan berikut ini : 
  1. Semua Transaksi Penggajian diotorisasi dengan benar
  2. Semua Transaksi Penggajian yang dicatat valid
  3. Semua Transaksi Penggajian yang valid dan diotorisasi dicatat
  4. Semua Transaksi Penggajian dicatat secara akurat 
  5. Peraturan pemerintah terkait yang berhubungan dengan pengiriman pajak dan pengisian laporan penggajian serta MSDM telah terpenuhi 
  6. Aset (baik kas maupun data) dijaga dari kehilangan atau pencurian 
  7. Aktivitas siklus manajeman SDM / Penggajian dilakukan secara efisien dan efektif
Berbagai dokumen dan catatan ( kartu waktu, daftar penggajian ) berikut adalah ancaman – ancaman utama dalam seklus manajemen SDM/ Penggajian dan prosedur pengendlian yang dapat diterapkan untuk mengurangi ancaman - ancaman tersebut.
1. Pengontrakan dan perekrutan tenaga kerja 
    Bentuk ancaman :
    a) Memperkerjakan pegawai yang tidak berkualifikasi atau berkelakuan buruk.
Prosedur Pengendalian : Prosedur memperkerjakan yang baik, termasuk verifikasi keahlian pelamar kerja, referansi dan riwayat pekerjaan.
    b) Pelanggaran Hukum ketenagakerjaan 
Prosedur pengendalian : Dokumen lengkap atas prosedur untuk mempekerjakan ; pelatihan pengembangan terkini dalam hal hukum ketenagakerjaan.
2. Pemrosesan Penggajian 
    Bentuk Ancaman :
    a) Perubahan file induk penggajian tanpa otorisasi
Prosedur pangendalian : Pemisahan tugas pada data SDM vs Penggajian dan distribusi cek gaji ; pengendalian akses ; tinjauan atas semua perubahan.
    b) Data waktu yang tidak akurat 
Prosedur pengendalian otomatisasi pengumpulan data ; berbagai pemeriksaan edit; rekonsiliasi data kartu waktu dengan data kartu waktu kerja.    
    c) Pemrosesan Penggajian yang Tidak Akurat
Prosedur pengendalian : Total Batch dan pengendalian aplikasi lainnya rekening kliring penggajian tinjauan peraturan IRS. 
    d) Pencurian atau distribusi cek gaji tipuan 
Prosedur pengendalian : Setoran langsung distribusi cek gaji dilakukan oleh sesorang yang independen dari proses penggajian; penyelidikan cek gaji tidak di klaim akses terbatas ke cek gaji kosong ; pemberian nomor tercetak dan perhitungan serta pencatatan periodik untuk semua cek gaji ; penggunaan ekening giro terpisah untuk penggajian yang dipelihara sebagai dana tetap; Rekonsiliasi semua rekening Bank penggajian oleh seseorang yang tidak terlibat dalam semua pemrosesan penggajian. 
3. Umum 
    Bentuk Ancaman :
   a)  Kehilangan atau pengungkapan data tanpa otorisasi
Prosedur pengendalian : Prosedur pembuatan cadangan ; rencana pemulihan dari bencana pengandalian akses fisik dan logis enkripsi data.
   b)  Kinerja yang kurang baik 
Prosedur pengendalian : Pengembangan dan tinjauan periodik atas metrik kinerja yang tepat; program pelatihan. 


Jumat, 13 April 2012

Paper kasus kerusuhan AMBON BERDARAH


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah

Sejauh ini telah kita amati beberapa kasus yang terjadi, seperti  akhir - akhir ini telah terjadi kerusuhan di beberapa kota di Indonesia yang cukup menyita perhatian warga. Salah satunya adalah di kota Ambon, yaitu peristiwa berdarah yang terjadi pada hari Minggu 11 September 2011. Kerusuhan ini terjadi antara dua kelompok agama yang berbeda aliran dan terkonsentrasi ditiga titik utama yaitu depan kampus PGSD Universitas Pattimura, Tugu Trikora dan Waringin. Kerusuhan ini menyebabkan satu orang telah meninggal dunia akibat bentrok antarwarga di kota Ambon (Maluku) yang diduga tertembak. Mereka saling melempar batu dan merusak sejumlah fasilitas yang mengakibatkan pusat – pusat bisnis lumpuh dan sejumlah pertokoan memilih tutup seketika rusuh pecah sementara warga yang lain melakukan  pengungsian secara besar - besaran.
Namun mengumpulkan fakta – fakta tentang apa persisnya  yang terjadi  di  Ambon, Maluku ?
Hal ini masih menjadi simpang siur antara kedua belah pihak terkait yang memberikan keterangan berbeda antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.
Apakah benar kerusuhan itu karena rakyat yang tidak bisa lagi hidup berdampingan dengan damai? Ataukah aparat keamanan yang lamban bertindak? Ataukah juga karena ada pihak tertentu yang menyusup untuk memperkeruh suasana dengan agenda khusus menjatuhkan rezim berkuasa?  

Berdasarkan pada uraian setempat  yang terdapat dalam latar belakang tersebut di atas maka tugas akhir ini diberi judul “ Kerusuhan di Ambon September 2011 “

Alasan Pemilihan Objek

Adapun alasan penulis dalam pemilihan objek ini adalah:
Penulis ingin membahas lebih dalam mengenai kasus di Ambon yang terjadi sekarang yang masih diperbincangkan oleh masyarakat.

1.2   Identifikasi Masalah

Berdasarkan judul tersebut diatas, maka penulis mengidentifikasikan masalah pada:
1.  Apa masalah utama yang menyebabkan terjadinya kasus ini?
2.   Siapakah yang bertanggung jawab atas kasus yang terjadi di           Ambon?
3.  Bagaimana akhir dari penyelesaian masalah ini?







1.3   Pembatasan Masalah

Melihat kasus di Ambon yang beragam macamnya, maka kami memutuskan untuk membahas kasus yang terjadi pada bulan September 2011 sebagai bahan acuan penulis dalam penyusunan Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar di Universitas Pancasila, Jakarta. Pembatasan masalah ini bertujuan untuk lebih menitik beratkan tentang masalah yang dibahas sehingga dapat mengkaji masalah tersebut lebih vokus dan lebih terperinci.

1.4   Tujuan dan Manfaat Penulisan

Adapun penelitian yang diwujudkan dalam Tugas Akhir ini mempunyai tujuan dan manfaat sebagai berikut:

1.4.1 Tujuan Penulisan
1.  Untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusuhan yang terjadi di Ambon, Maluku pada saat itu.
2.  Untuk mengetahui pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.
3.   Untuk mengetahui akhir dari penyelesaian kasus tersebut.







1.4.2 Manfaat Penulisan
Penulis berharap agar penulisan akhir ini dapat memberikan kontribusi berbagai pihak antara lain:

1.  Bagi Penulis
Tugas Akhir Semester ini merupakan implementasi dari teori yang telah didapatkan semasa perkuliahan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar di Univertas Pancasila, Jakart. Selain itu penulis juga dapat mengembangkan wawasan dan pengetahuan tentang masalah - masalah yang berhubungan dengan kehidupan sosial.

2.  Bagi Masyarakat Umum
Laporan ini bisa dijadikan ide/pemikiran  yang dapat dikembangkan berkenaan dengan masalah yang dibahas dan membantu masyarakat untuk menentukan sikap yang lebih baik pada situasi tertentu.

3.  Bagi Dunia Pendidikan
Laporan ini digunakan sebagai tambahan informasi dan sumber bagi pihak yang berkompeten terhadap masalah yang dibahas dan juga laporan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai sumber informasi.






1.5   Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, pembahasan dan penganalisaannya diklasifikasikan secara sistematis kedalam 5 (lima) bab yaitu:

BAB I      : PENDAHULUAN
Dalam bab ini mengemukakan tentang Latar Belakang Penulisan, Alasan Pemilihan Objek, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penulisan, dan Sistematika Penulisan.

BAB II     : KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
Dalam bab ini penulis mengemukakan berbagai referensi atau tinjauan pustaka yang mendukung kajian atau analisis yang penulis sampaikan.

BAB III    : METODE PENELITIAN
           Dalam pembuatan tugas akhir ini, penulis membutuhkan data-data yang berhubungan dengan kajian penulis, yaitu bersumber dari studi pustaka.


BAB IV    : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini diuraikan tentang segala sesuatu yang terkait dengan penelitian dan penulis juga  melakukan kajian mengenai apa saja yang menjadi pemicu antara kedua kelompok tersebut  sehingga kasus tersebut dapat diperoleh titik tengahnya.          

BAB V     : PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran-saran yang berguna bagi perusahaan sebagai bahan masukan dalam peningkatan kinerja perusahaan ke arah yang lebih baik.
















BAB II
METODE PENELITIAN

Seperti yang penulis telah jelaskan pada BAB I bahwa penulis menggunakan penelitian dengan metode pengumpulan data. Karena Sejalan dengan tujuan penelitian, lokasi penelitian yang  terletak di Ambon, Maluku menjadi salah satu kendala bagi penyusunan penelitian ini, maka dari itu penulis mengambil langkah – langkah penelitian dengan system pengumpulan data (studi pustaka) yang berbentuk bahan-bahan tertulis seperti koran, majalah, internet, catatan-catatan maupun referensi lain yang bersifat tertulis.  Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih konkret dan menyimpulkan kasus yang sesuai dengan faktor – faktor yang menjadi pemicu awalnya kerusuhan di Ambon, Maluku. Dan penarikan kesimpulan yang bersumber dari pihak – pihak yang terkait dan beberapa saksi sebagai narasumber yang dimuat di beberapa surat kabar.











Kamis, 22 Maret 2012

gud' Bye jasmine

Aku tak sanggup 

melihat air matamu yang kian berjatuhan 
aku tak sanggup menemukan hatimu yang rapuh

Sekejap pandanganmu mengerling
sesungguhnyapun aku terjatuh 
tak ingin ku lepas pelukanmu 
yang harus segera kutinggalkan

q tak ingin melihatmu  layu
akan  ada cinta lain yang selalu menyirami hatimu

maafkan akuuu
kuakhiriiii semuanya dengan luka